Jumat, 18 Januari 2013

Kutuk Keturunan



Minggu lalu kita telah belajar tentang “Daerah Legal”, jemaat telah menerima pesan tentang sumber/akar dari kutuk, minggu ini kita masuk dalam pelajaran kutuk keturunan. Apa yang dimaksudkan dengan kutuk keturunan? Kutuk keturunan adalah suatu kesalahan yang bertambah kekuatannya dari satu generasi ke generasi berikutnya, dengan mempengaruhi anggota-anggota keluarga tersebut dan semua orang yang berhubungan dengan keluarga itu.

Fenomena kutuk keturunan adalah sebagai berikut: satu orang melakukan dosa-dosa tertentu sampai perbuatan dosa-dosa itu menjadi suatu gaya hidup maka sekali tertanam dosa itu menjadi sebuah kejahatan (suatu kelemahan terhadap perilaku tertentu) jika kelakuan itu dilakukan berulang-ulang kali maka hal itu mengijinkan setan mendapat kendali atas pikiran, kehendak dan emosi orang tersebut, kendali ini akan dilanjutkan atas individu tersebut dan kemudian generasi-generasi berikutnya, sehingga menjadi suatu kutuk keturunan.

Ada dua sisi dari permasalahan yang sama:
Sisi pertama (Keluaran 20:5)
“Aku Tuhan, Allahmu, adalah Tuhan yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.
Dan sisi kedua (Ulangan 7:9)
“Sebab itu haruslah kau ketahui, bahwa Tuhan, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintahNya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.

Sebuah kisah yang terjadi atas dua keluarga di Amerika Serikat yang menggambarkan kuasa kutuk keturunan.

Max Jukes adalah seorang ateis yang menikah dengan seorang wanita yang tidak mengenal Tuhan. Dari sekitar 560 orang keturunannya ditelusuri: 300 mati sebagai pengemis, 150 menjadi penjahat, 7 diantara pembunuh, 100 terkenal sebagai pemabuk dan lebih dari setengah keturunannya yang perempuan adalah pelacur. Keturunan Max Jukes  menyebabkan pemerintah Amerika Serikat rugi sekitar $1,25 Juta dengan nilai dolar pada abad ke-19.
Jonathan Edwards adalah seorang yang hidup pada masa yang sama dengan Max Jukes. Ia adalah seorang Kristen yang setia. Ia selalu mengutamakan Tuhan dalam kehidupannya. Ia menikah dengan seorang wanita muda yang saleh, dan dari 1.394 orang keturunannya ditelusuri: 294 Lulusan universitas, 13 rektor universitas, 30 hakim, 1 dekan sekolah tinggi hukum, 80 bekerja di kantor pemerintahan, 65 profesor di universitas, 75 perwira angkatan bersenjata, 100 misionaris terkenal, 100 pengacara, 3 senator Amerika Serikat, 3 gubernur negara bagian, 3 walikota kota-kota besar, 1 pengawas keuangan departemen keuangan Amerika Serikat, 1 wakil presidan Amreika Serikat. Tidak ada keturunannya yang merugikan pemerintah.

Asal-Usul Kutuk Keturunan

Tuhan menciptakan Adam dan Hawa sebagai keluarga yang sempurna, menempatkan mereka di taman eden, mereka diberkati dan menjalani hidup yang berkelimpahan (Kejadian 1:28-30), sampai saat setan mendustai mereka dan akibatnya mereka kehilangan kekuasaan atas bumi, sebelumnya mereka diberkati setelah kejatuhan mereka, kutuk dosa, maut dan kehancuran memasuki kehidupan mereka, dan keturunan mereka (Baca Kejadian 3.16-19). Silsilah Adam setelah kejatuhannya, Kain cemburu kepada adiknya Habel dan membunuhnya (Kejadian 4.5,8). Keturunan Kain, Lamekh, mengikuti jejak leluhurnya dan juga membunuh seorang laki-laki (Kej 4:23). Ada suatu sifat keturunan yang diwariskan dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Berita baiknya adalah nubuatan nabi Yesaya di Yesaya 53:12 mengatakan bahwa Yesus menanggung dosa-dosa kita, Ia menanggung pelanggaran-pelanggaran serta kejahatan-kejahatan kita.

Yesaya 53:5 Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakkan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh.

Meneruskan pengajaran minggu lalu, Tuhan ingin setiap anak-anakNya diberkati dengan berlimpah dan dilepaskan dari belenggu kutuk. Sayangnya, banyak orang percaya beranggapan bahwa mereka tidak perlu menghiraukan kutuk. Mereka menganggap Tuhan akan mengatasi semua kutuk tersebut. Tetapi, Yesus sendiri secara khusus telah memberikan kepada orang percaya kuasa atas setan dan kerajaannya dan bersama dengan kuasa itu ada tanggungjawab orang percaya untuk mematahkan setiap kutuk yang membelenggu orang percaya. Tuhan mengharapkan orang percaya untuk menggunakan kuasa yang diberikan-Nya tersebut.
Luk 10:19  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

Mrk 16:17  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

2Kr 7:1  Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Beberapa langkah-langkah untuk mematahkan kuasa kutuk nenek moyang:

Langkah 1: Nyatakan dosa anda dan dosa-dosa dari nenek moyang, akuilah itu dihadapan Tuhan dan bertobatlah, minta pengampunan dan pembersihan dari Tuhan. Pisahkan diri Anda dari dosa dan hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan. Ubahlah hidup Anda!

Langkah 2: Mintalah kepada Tuhan untuk mengangkat kutuk yang telah Tuhan timpakan dalam hidup Anda

Langkah 3: Perintahkan semua setan yang masuk ke dalam hidup Anda melalui dosa nenek moyang dan dosa yang Anda lakukan untuk meninggalkan Anda saat itu juga dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kutuk-kutuk keturunan yang harus dipatahkan kuasanya dari keluarga adalah kemandulan, perceraian, perzinaan, pemberontakan, utang, kemiskinan, kejiwaan dll. Juga kutuk-kutuk jasmani yang berupa sakit-penyakit seperti artritis, kanker, penyakit jantung, penyakit ginjal, diabetes, sakit kronis dll. 
Marilah kita menebang dan membuang segala akar kutuk dalam keluarga kita seperti yang tertulis pada Lukas 3:9 “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan bauh yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.” Amiiin

Ringkasan Khotbah:
Ps. Immanuel Amran Purwata
Di RAIN Taiwan – 13 Januari 2013

Tidak ada komentar: